Rabu, 31 Desember 2014

Ceritanya Miss Ochi : Part 1


                Disuatu kelas yang dipenuhi makhluk aneh, terlihatlah species remaja yang sedang asik dengan kesibukannya mulai dari nongkrong, makan dan dimakan hingga canda gak karuan. Namun, semuanya berubah ketika bunyi bel menyerang, tanda kebebasan jam istirahat telah sirna. 
Aku dan teman-temanku pun menghela nafas.
“Hemm.. Mam ngajar, jadi bosen lagi dikelas”.

Kami pun mencari jalan, bagaimana cara untuk bisa kabur dari jam pelajaran mam, apakah seperti seminggu sebelumnya dengan membantu guru dikantor mengangkat bangku ? atau dengan cara lain pura-pura ke WC ? atau biar lebih gak ketahuan, pura-pura jadi WC ?
                Pas lagi mikir-mikir.. eh.. yang datang bukan mam, melainkan Bidadari PPL PGRI.
“Yes !! Asek.. asek.. Joss !! Hole-hole-hole
Dengan gembiranya kami berteriak dan jingkrak-jingkrak merayakan kebosanan yang sirna sejenak.
                Tak lama kemudian, dengan antusias kami diam dan mendengarkan perkenalannya kepada kami. Oh.. namanya adalah Miss.Ochi. Mulai deh.. salah satu dari kami ada yang nyebut
 “eci.. eci.. “ eitss.. keceplos… Hmm, gak apa-apalah..

kalian gak tau kan artinya !? …

#udah lupai aja..
Kesan pertama kami saat melihat miss tersebut beda dengan kesan PPL lainnya. Biasanya sih saat pertama kali ane lihat PPL nongol di kelas, yaa.. banyak kesan jelek-jeleknya. Ada yang ngeseli, ada yang cuek, ada yang menunjukan tampang sangar, ada yang kesannya marah-marah terus, sampe-sampe ada yang ingin gue lempar wajahnya pake pena, tapi untunglah gak pernah sampe kyak gitu kok. (bukan gak ke sampean tapi gak berani, hhe..) 
Kami semua dikelas terpesona melihat miss itu. Khususnya yang cowok. Ada yang mangap, ada yang melotot, ada yang senyum sendiri tapi untunglah semua itu buka gue. Mulai deh.. cowok-cowok dikelas sok ramah, Tanya ini Tanya itu termasuk gue dikelas (ya iyalah.. kan gue cowok). Tapi, itu ada hasilnya loh, dengan kepo kayak gitu.. kami dapat tahu nama twitternya. Oh.. ternyata miss yang namanya @midoriairi ini suka juga dengan yang namanya JKT 48. Hmm.. sama kyak Mr.Farhan.. wah, mereka pasti bakal akrab tuh dan juga bakal saling adu Light Steak.
Karena perkenalan itu, kami sekelas pun jadi mengidolakannya. Idolling ms.Ochi jadinya.. hahaha. Setiap kali ketemu dijalan, selalu panggil dengan nada adem ayem. :D “Miss.Ochiii…” untung aja miss nya gak jawab adem ayem juga seperti ini “Muuuriiiddd...”
Bukan karena hal diatas saja yang membuat kami jadi solid dengannya tapi, ada hal lain yang lebih bermakna lagi.
                Pada saat itu, tersebarlah gosip bahwa kelas kami akan dipisah. Apalagi terlihat digroup kelas, banyak yang membicarakan tentang hal yang gak jelas itu. Karena hal tersebut, hati kami merasa gundah, galau, dan bingung mencari tempat dimanakah dan siapakah kami harus mengadu.
(hhe.. sory lebay)
“Apakah kepada wali kelas !?”
Kami rasa gak mungkin

“Apakah Ibu Hera !?”
karena dia sebelumnya pernah mendukung kami, sampe-sampe temanku Bukhori nyebutnya “Super Hera” sebagai pahlawan bagi kami. Tapi, aku rasa juga gak mungkin.

“Apakah guru-guru lain !?”
Hmm.. tambah lagi gak mungkin.

                Disaat kami bingung dan galau waktu itu, Turunlah dari langit dukungan Miss.Ochi…yang disabdahkanya melalui Twitter.
Walaupun hanya sepatah kata, tapi itu sudah melipurkan hati kami.  ( Double lebay !). Semenjak dari itu, rasa solid kami pun kepada miss.ochi pun makin berkembang. Dan ternyata pada akhirnya, bukan kelas kami yang dipisah. 
“Syukur Alhamdulillah”
                Ada pun hal lain yang menurutku membuat kami solid dengan miss.ochi. waktu itu, gaku sedang ulangan P.K.N. aku pun dengan seriusnya mikir-mikir, mulai dari hal yang wajar untuk dijawab.. sampe-sampe yang gak wajar.. hingga akhirnya bikin perut jadi lavar.
                Eh.. ternyata pada saat itu juga, Bhori, Farhan, Ikhwan, dan teman-teman lain yang selesai ulangan, telah ke kantin Kak Match.
                Hemm.. mereka bahagia diatas penderitaan gue dikelas. Dikantin, mereka makan-makan sampe kenyang, sedangkan gue kelaparan bagaikan musyafir yang menjelajahi soal. Dikantin mereka bahagia sedangkan gue sengsara dan terpuruk diruangan yang gelap penuh dengan penderitaan. Ehh.. ditambah lagi ada miss.ochi pula dikantin, yaa.. jadinya mereka ditraktir deh.. (walaupun ada unsur bujukan :D ) 
Terbesik didalam harapan..
“cobalah, saat itu aku ada dikantin.. pastilah aku ditraktir juga” .. 
                Beberapa minggu kemudian masih sama, dengan antusiasnya kami tidak sabar menunggu miss ngajar. Eh.. ternyata yang masuk kelas bukannya miss. Ochi melainkan Sir.Harun. kamipun bertanya-tanya dengan sir.
“Sir.. ! kok miss Ochi gak ngajar !?”
“Missnya, waktu pagi tadi pingsan.. jadi, sekarang badannya belum pit untuk mengajar” Jawab Sir.Harun
“Hmm.. gak asik nih.. “
“Eittss.. dari pada menung-menung denger ocehan sir dikelas yang bikin pikiran kosong, mending gue ngegambar” ujar gue dalem hati.
                Karena tidak mendapat inspirasi dan ada rasa khawatir, maka gue yang awalnya ngegambar kepala ikan jadi bikin poster-posteran kayak gini..
( Copy right : Shofuan )
Bukan hanya aku saja yang bikin poster gak jelas itu, tapi temen-temen yang lain juga ikut-ikutan, seperti Farhan, dan yang lainnya. Saking khusyuknya bikin poster tersebut.. aku jadi gak sengaja membuat poster 
“Permohonan Diturunkannya Jabatan Ketua Kelas RICA “
Gak apa-apa yah… gue nyalurkan aspirasi gue terhadap politik di kelas yang lagi gak karuan. Itung-itung demo karena gue tim suksesnya Pak M. Luqman AR.
                Bel pun berbunyi, akhirnya pelajaran B.Inggris selesai. Kami pun langsung tancap gas menuju “Kantin Kak Match” Sebab, selain untuk makan, disana juga ada markas mahasiswa PGRI. So… disana ada miss Ochi. Saat dikantin kami  makan ( ya pastinya ).. lalu kami berikan poster tadi ke miss Ochi. Dengan keadaan pucat, ia langsung menerimanya. Betapa senangnya ia melihat gambar aneh-aneh tersebut dari kami. Sampai-sampai ia upload poster itu dan berterimakasih kepada kami.

sayangnya twitter gue gak ditandai. 
Tu bi Kontinyu...

Jumat, 22 Agustus 2014

Kesenian Sumatera Selatan : Syarofal Anam

Assalamu'alaikum...

         Pernahkan anda mendengar kesenian yang satu ini ? Ini merupakan kesenian yang selama ini saya geluti. Di daerah saya grub kesenian ini disebut dengan Persatuan Pendidikan Syarofal Anam atau disingkat dengan "PPSA".

        Sebelumnya saya telah membahas kesenian ini di postingan lain. Namun karena masih banyak informasi yang belum saya sampaikan tentang kesenian ini, akhirnya saya posting ulang dengan
penjabaran yang lebih lengkap.

Selamat Membaca :)



2.1 Mengenai Kesenian Adat Palembang “Syarofal Anam”


            
           Syarofal ‘Anam atau biasa disebut dengan “Terbangan” merupakan seni adat Sumatera Selatan yang telah lama di pakai sejak dahulu. Pada kesenian ini penari-nya bukan perempuan saja melainkan ada juga laki-laki. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, tergantung pada grub Syarofal Anamnya.
Disetiap grub Syarofal Anam, gerakan tariannya juga hampir berbeda, bukan hanya pada gerakan saja melainkan pada busana nya juga. Ada yang menggunakan Topi adat Palembang (Tanjak) dengan memakai selendang dan kain yang terbuat dari tenun songket Palembang yang membungkus celana panjang, ada yang memakai jas dengan di hiasi tanjak dengan kain songket, dan ada juga juga yang memakai peci dengan sarung.
Antara grub yang satu dengan yang lainnya, corak atau warna pada busana nya juga berbeda. Dalam satu grub syarofal anam tersebut bisa menggunakan tiga jenis pakaian yang telah dijelaskan tadi.
     Tapi sayangnya, saat ini seiring dengan kemajuan zaman, anak-anak zaman sekarang malas untuk mempelajari tarian ini sehingga kebudayaan tarian ini sudah mulai berkurang.
2.2 Pembagian Syarofal Anam
Pada kesenian ini tidak hanya menggunakan tarian saja namun terdapat 3 bagian penting yang mengisinya yaitu :
1.      - Penari
Gerakan tarian sangat mendominasi pada Syarofal Anam / terbangan. Walaupun gerakannya sederhana namun jika di lakukan bersama-sama dengan kompak gerakan tarian ini dapat menjadi lebih indah. Pada gerakan tarian ini, terdiri dari dua jenis yaitu :

a)      Tarian arak-arakan


Tarian arak-arakan adalah tarian yang dipakai saat mengantar pengantin pada tahap prosesi adat pernikahan Palembang. Gerakannya sederhana dan mudah dengan posisi badan berdiri dan berbaris sambil berjalan mengantar pengantin.
Biasanya jumlah penari pada tarian ini ada enam atau delapan orang.
Pada tari arak-arakan, personil terbangan tersebut  akan mengantar mempelai pria sampai ke rumah mempelai wanita atau terkadang personil-personil tersebut akan mengantar kedua mempelai sampai ke Singgahsananya (atau yang biasa orang Palembang sebut dengan “Tuade”).

b)      Tarian Rodat

Tarian rodat merupakan tarian yang digunakan pada saat acara-acara tertentu seperti : Acara marhabah / aqiqah, acara isro’miraj, maulid nabi, dan pengisi acara pada resepsi pernikahan. Gerakan pada tarian rodat ini juga sederhana namun yang membedakannya dengan tari arakan yaitu banyak variasi dan tahapannya. Posisi penari pada tarian ini yaitu duduk berjejer dengan gerakan yang bertahap-tahap sesuai dengan alunan lagu yang dibawakan.
Tahap-tahapan gerakannya yaitu :
1)      Tari Pembukaan

2)      Tari Permulaan

3)      Tari Kincat

4)      Tari Yahum
5)      Tari Penutup
Contoh gerakan pada tarian rodat ini yaitu duduk, dengan tangan kiri dikebelangkangkan  dari badan sedangkan tangan kanan dijulurkan sambil digerakan, lalu saat irama rebana mulai klimaks, gerakannya pun berubah, ada yang bergerak menari, dan disebelahnya ada pula yang tetap menggerakan tangannya, begitulah seterusnya sehingga gerakan mereka bergantian.
Gaya tarian ini hampir serupa dengan gaya tarian Aceh, yang membedakannya pada tarian Aceh semakin cepat irama maka semakin cepat pula gerakannya namun pada tarian rodat ini tidak demikian namun pada rodat iramanya mengalun.
2.      - Pemain Musik
     Tarian-tarian yang telah dipaparkan diatas, diiringi oleh musik gendang rebana (terbangan). Walaupun alat musik nya sama namun setiap pemain musik tersebut dibagi menjadi 3 bagian yang dimainkan dalam waktu yang bersamaan, bagian pemain music tersebut yaitu :

a)      Penabuh umak 
Tempo pada bagian ini sedang dan juga bisa lambat.

b)       Penabuh ningka

Pada bagian ini temponya cepat sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk memainkan irama tersebut.

c)       Pengiring ningka
Pada bagian ini iramanya harus mengiring penabuh ningka sehingga terbentuklah irama yang selaras. Tempo pada bagian ini bisa sedang dan juga bisa cepat sesuai dengan kecepatan tempo pada penabuh ningkanya.

Dari tiga jenis pemain musik tersebut, iramanya juga berbeda sesuai dengan jenis tahapan pada pembawa lagunya, yaitu : irama awal, yahum dan kincat serta terkadang juga memakai irama yang disebut dengan siring. Dari jenis-jenis tahapan irama tadi juga terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu irama permulaan dan klimaks.
3.      - Penyanyi
Lagu yang dibawakan pada rodat/syarofal anam kebanyakan lantunan sholawat Nabi yang diambil berdasarkan kitab Al-Barzanji. Lantunan-lantunan nyapun juga sering disebut dengan “Hadi”. Seperti hal nya dengan pemain musik dan penari, syair pada lagu yang dibawakan ini juga terbagi menjadi beberapa tahapan.

Nah itulah salah satu informasi seputar kesenian yang ada di daerah Sumatera Selatan, semoga dengan membaca postingan ini kita dapat lebih mencintai budaya-budaya bangsa kita. Apalagi budaya yang satu ini hampir saja tidak diketahui oleh setiap orang.

wassalam ^_^

Minggu, 15 Juni 2014

SERUNYA PERPISAHAN SISWA/SISWI SMA NEGERI 10 PALEMBANG KEMARIN


Dari kata “Perpisahan” pastilah dalam pikiran kita adalah sesuatu hal yang menyedihkan. Namun, tidak seperti yang anda bayangkan. Perpisahan kali ini, merupakan kegiatan rutin dan seru yang hampir setiap tahunnya dilaksanakan.


Kemarin hari Senin tanggal 28 April 2014, kami siswa / siswi SMA Negeri 10 Palembang mengadakan acara perpisahan kakak kelas di Ballroom Hotel Arya Duta Palembang. Banyak persiapan yang telah kami lakukan sebelumnya, mulai dari susunan acara, penataan panggung, dan kegiatan seru lainnya.
Hingga pada harinya acara yang bertema “Precious Farewell” ini kami mulai dengan sesi berfoto bersama tiap kelas, kemudian dilanjut dengan acara-acara lainnya seperti : pidato kepala sekolah, penghargaan terhadap murid kelas XII yang berprestasi, penampilan tarian traditional, modern dance, drama, pemilihan nominasi siswa, pemilihan King dan Queen, penampilan para Bujang Gadis Smanpoel (BGS), dan masih banyak kegiatan acara seru lainnya.


Pada sesi acara penghargaan murid kelas XII yang berprestasi, mereka dipanggil ke atas panggung dengan diiringi oleh tarian tradisional yang dimainkan oleh salah satu dari mereka. Hal ini membuat acara tersebut terkesan unik sehingga banyak menarik perhatian.



Apa lagi pada saat acara pemutaran video documenter dan pemilihan nominasi siswa / siswi, pada sesi acara ini banyak sekali mengundang perhatian sebab pada pemutaran video hal-hal yang telah mereka lakukan selama di sekolah ditayangkan kembali. Ada yang sedang tertidur di kelas, ada yang jahil dengan temannya, dan lain-lain. Pada pemilihan nominasi, murid yang dipilih yaitu nominasi murid terlucu, murid yang mudah membuat orang tertawa, dan ada juga murid yang terunik dan terantik. Contohnya ialah Maulana, ia mendapatkan nominasi murid terunik dan terantik sehingga kami semua tak menyangka jika dia memenangkan salah satu dari nominasi tersebut.


Dan tidak kalah serunya pada saat games, kakak-kakak kelas diajak keatas panggung untuk menduduki kursi yang telah disediakan. Namun sebelum duduk, mereka terlebih dahulu diajak menari mengelilingi kursi-kursi tersebut. Hingga lagu berhenti, mereka berebutan menduduki kursi yang disediakan. Kursi-kursi tersebut jumlahnya terbatas, sehingga ada beberapa dari mereka yang tersingkir. Demikian hal tersebut diulang-ulang, hingga akhirnya hanya satu murid yang mendapatkan kursi. Mereka yang memenangkan games tersebut mendapatkan hadiah dari panitia sehingga games tersebut juga memeriahkan acara perpisahan senin kemarin.



Namun, dari sekian banyak bagian acara yang telah diadakan kemarin, hanya acara ini lah yang menurut ku paling berkesan. Semua lampu di matikan, alunan music pun di lantunkan, dari sisi-sisi panggung datanglah sekelompok siswa yang membawa lilin, hingga akhirnya lagu pun kami nyanyikan bersama. Begitulah suasana pada saat lagu “Lilin-lilin Kecil” dinyanyikan. Banyak dari kami merasa terkesan dengan bagian acara tersebut. 


Hingga akhirnya, acara pun ditutup dengan bersalam-salaman antara murid kelas XII dengan guru-guru yang hadir. Semoga dengan adanya acara ini dapat menjadikan hubungan talisilaturahmi antara murid dengan guru semakin erat. Amin ya robbal ‘alamin.